INFO KESEHATAN , POSJAK.COM –
Siapa yang tidak mengenai capsul ajaib yang dapat menyembuhkan segala penyakit tanpa operasi.

Apakah yang dimaksud itu ? “TRANSFER FACTOR “, yaitu Capsul ajaib dan sejuta manfaatnya yang juga dapat mengontrol dan sekaligus dapat menyembuhkan berbagai penaykit KANKER , PENYAKIT Dalam Menahun , dan ribuan penyakit lainnya.

Manusia merupakan sistem imun yang dimiliki tubuh agar terlindung dari infeksi dan serangan berbagai virus Corona serta maupun berbagai bakteri. Tanpa sistem imun yang kuat, tubuh akan mudah terserang penyakit.

Apa Itu Transfer Factor?

Transfer Factor (disingkat TF) bukanlah vitamin, mineral, atau herbal. TF adalah “Molekul PENDIDIK Sistem Imun”.

TF adalah rangkaian molekul kecil perantara yang cerdas dan berisi informasi yang mendidik sistem pertahanan tubuh untuk MENGENAL, MERESPON, dan MENGINGAT bakteri, virus atau musuh yang masuk ke dalam tubuh.

“Transfer Factor.”
Sejak penemuan ini, penelitian tentang TF semakin gencar berlangsung di era tahun 1950-an, 1960-an,  dan 1970-an.

Dengan berkembangnya teknologi, banyak manfaat yang ditemukan dari TF. Ada 3000 penelitian ilmiah dilakukan dan $40 juta uang diinvestasikan untuk penelitian yang melibatkan para ahli dari 60 negara.

Namun, penelitian ini berhenti oleh dua hal. Pertama, ditemukannya antibiotik. Antibiotik relatif murah untuk diproduksi dan cukup efektif menangkal berbagai penyakit.

Kedua adalah kontaminasi persediaan darah dengan HIV dan Hepatitis C. Oleh karena TF hanya mungkin diperoleh dari darah, para ahli menghentikan penelitiannya.

Pada tahun 1986, dua orang ahli terkemuka menemukan bahwa para ibu menurunkan Transfer Factor kepada bayinya melalui plasenta dan kolostrum untuk memberikan sistem imun agar dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang tidak sehat. TF terdapat dalam susu kolostrum (susu 3-hari pertama) dari ibu yang baru melahirkan.

Hal yang sama juga terjadi pada lembu. Anak lembu yang tidak mendapatkan kolostrum dari induknya tidak dapat bertahan hidup. Para ilmuwan membuat penelitian terhadap anak-anak lembu yang baru lahir.

Anak lembu yang tidak mendapatkan kolostrum dari induknya mati dalam beberapa hari. Ini disebabkan anak lembu tadi tidak memiliki sistem ketahanan tubuh yang memadai untuk melawan kuman, bakteri, virus atau yang sejenis.

Sebaliknya, anak lembu yang mendapatkan susu kolostrum dari induknya mampu bertahan hidup.

Sekalipun tidak separah anak lembu, bayi yang tidak mendapatkan kolostrum dari ibunya tidak akan mendapatkan sistem kekebalan tubuh yang baik.

Perkembangan teknologi, bakteri yang semakin kebal terhadap antibiotik dan koleksi data yang dilakukan oleh 4Life Research.

4Life Research adalah institusi yang pertama membuat TF, yang terbuat dari kolostrum susu sapi, hadir di pasar. Para ahli 4Life Research menggabungkan TF dari kolostrum susu sapi dan telur menjadi produk yang ada sekarang. Kombinasi kedua TF ini meningkatkan efektifitas sebesar 185 %.

Ternyata, TF dari kolostrum susu sapi dan telur jauh lebih hebat dari TF yang didapat dari ibu karena baik lembu dan ayam lebih sering berhadapan dengan lingkungan yang penuh dengan bakteri atau kuman dari pada manusia yang lingkungannya lebih steril.

TF sudah digunakan di Cina, Polandia, Itali dan negara lain, tetapi tidak ditemukan di pasar secara komersial oleh karena kekurangan teknologi.

Para ilmuwan dan ahli fisika terkemuka membuat keselamatan dan manfaat yang hebat dari Transfer Factor. Metode proses yang memberikan kemampuan ekstraksi dari TF dalam skala besar, membuat TF dapat hadir dalam kemasan sekarang.

Tentunya imun tetap terjaga dan harus kuat, karna bukan hanya asupan nutrisi yang dibutuhkan, namun gaya hidup juga perlu dijaga.  Bukti nyata dari Transfer Factor yaitu untuk memengaruhi tingkat daya tahan tubuh manusia.

Transfer Factor merupakan senyawa yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan imun tubuh secara signifikan.

ini Transfer Factor bukanlah vitamin, mineral, atau tanaman Herbal . Tapi melainkan, sebuah molekul yang memindahkan memori dan pengetahuan tentang imun, dari satu benda ke benda yang lain.

Dalam penemuan Transfer factor yang berasal dari Amerika Serikat ditemukan pada tahun 1949, oleh Dr. H. Sherwood Lawrence, seorang imunologis dari New York University. Dokter ilmiah ini telah menemukan respons sistem imun bisa dipindahkan dari pendonor ke penerima, melalui ekstrak sel darah putih.

Berkomitmen pada inovasi tanpa henti dan penemuan-penemuan berbasis sains, melalui produk-produk yang mampu membawa Anda pada kehidupan yang lebih sehat.

Formulasi produk 4Life telah dikembangkan melalui riset dan komitmen tinggi terhadap kualitas. Sertifikasi 4Life Transfer Factor® menjamin identitas, kemurnian, kekuatan serta komposisi dari setiap produk 4life Transfer Factor yang Anda konsumsi.

Tim Riset dan Pengembangan 4Life termasuk para dokter dan ilmuwan senantiasa menempatkan 4Life pada pengembangan berbasis sains.

Health Science Advisory Board (HSAB) atau Dewan Penasehat Ilmu Kesehatan juga selalu mengawasi pengembangan dari produk-produk baru dan melakukan penelitian-penelitian lebih jauh pada Sains 4Life Transfer Factor®.

Produk-produk untuk hidup sehat Anda – Ketika Anda merasa sehat, Anda bisa melakukan apa saja. Untuk bisa mewujudkan itu, Anda membutuhkan sistem daya tahan tubuh yang dapat diandalkan. Itulah sebabnya banyak orang cerdas menaruh pilihan mereka pada produk-produk 4Life Transfer Factor.

Sains Transfer Factor – Sains 4Life Transfer Factor selalu mengarah pada riset, teknologi, serta inovasi produk, yang membantu sistem daya tahan tubuh dalam mengenali dan merespons hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Produk-produk 4Life Transfer Factor telah dipatenkan, memiliki sertifikasi dan telah melalui tahapan riset yang panjang. 4Life Transfer Factor bersumber pada tiga hak paten untuk menyediakan dukungan sistem imun yang luas:

OvoFactor®, paten pada konsentrat protein 4Life Transfer Factor dan peptida lainnya yang bersumber dari kuning telur ayam.

UltraFactor XF®, paten pada konsentrat dengan penyaringan ultra protein 4Life Transfer Factor dan peptida lainnya yang bersumber dari kolostrum susu sapi.

NanoFactor®, paten pada konsentrat kolostrum susu sapi yang diproses dengan penyaringan hingga berukuran nano atau sangat kecil.

Sistem kekebalan (bahasa Inggris: immune system) adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang teraberasi menjadi tumor.

Kemampuan sistem kekebalan untuk membedakan komponen sel tubuh dari komponen patogen asing akan menopang amanat yang diembannya guna merespon infeksi patogen – baik yang berkembang biak di dalam sel tubuh (intraselular) seperti misalnya virus, maupun yang berkembang biak di luar sel tubuh (ekstraselular) – sebelum berkembang menjadi penyakit.

 

( Jojoe Sigar / Mar )