POSJAK.COM , JAKARTA- Kini Jenderal Wiranto sudah pulih dari musibah beberapa bulan yang lalu, Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), di kejutkan dengan permasalahan pribadi dengan Bambang Sujagad Susanto. Wiranto akan menggugat sekaligus menuntut Bambang untuk mengembalikan uang yang dipinjam sebesar SGD 2.310.000 atau setara dengan Rp 23 miliar. Angka uang yang sangat dahsyat ini di kejutkan masyarakat yang mengetahui lewat media online maupun medsos.

Utang pribadi tersebut ditaksir terdapat bunga yang harus di bayarkan Bambang plus dengan bunga dan kerugian selama 10 tahun.

Jadi untuk keseluruhan total tuntutan Wiranto sekitar mencapai Rp 44,9 miliar, hingga saat ini belum ada titik terang untuk menggantinya. Bambang Susanto belum meresponi atau ada kabar untuk melunasi utang tersebut.

Ternyata TNI ( Pur ) Wiranto yang murah senyum dan bijaksana ini , di ketahui telah melakukan wanprestasi/ingkar janji / cedera janji maupun tanggapan yang serius, karena tidak melaksanakan kewajiban untuk menggantinya dan mentaati isi surat perjanjian tertanggal 24 November 2009 tentang penitipan dana sebesar SGD 2.310.000.

Dengan sedikit jengkel Wiranto menuntut kepada Bambang lewat kuasa kepada Adi Warman , yang meminta Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan sah dan mengikat surat perjanjian tersebut bagi kedua belah pihak.

“Memerintahkan Tergugat (Bambang Sujagad Susanto) untuk mengembalikan dana sebesar SGD 2.310.000 yang jika dirupiahkan setara dengan Rp 23.663.640.000 kepada Penggugat (Wiranto),” demikian bunyi gugatan Wiranto yang dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakpus (5/11/2019).

Selain mengembalikan uang yang dipinjam sebesar Rp 23 miliar, Bambang dituntut Wiranto membayar ganti rugi sebesar Rp 2,8 miliar. Tidak hanya itu, Bambang juga digugat membayar bunga total Rp 18,5 miliar.

“Menghukum tergugat (Bambang) untuk membayar bunga yang dihitung sejak 24 November 2009 hingga tanggal gugatan a quo diajukan, yaitu sebesar Rp 18.509.699.208,” papar Wiranto.

Wiranto Di Bawah Kepemimpinan Mahfud, Pemerintah Akan Lebih Stabil dan tetap semangat . Jenderal Wiranto juga meminta PN Jakpus menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan dalam perkara ini.

Selain itu, menghukum tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 5 juta per hari apabila tidak memenuhi isi putusan ini.

“Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu walaupun ada perlawanan (verzet), banding atau kasasi,” pungkas Wiranto.

(asp/rvk / Red Dtik)