Foto Caption  : Adi Warman SH selaku ketua PWRI ( Persatuan Wartawan Seluruh Indonesia ) DPD DKI ) .

 

 

POSKO JAKARTA. Com-Jakarta. Penganiayaan kembali menimpa  di muka bumi ini yang sedang meliput acara peluncuran TV live Streaming.di Mabes TNI Angkatan Laut di Cilangkap , Jakarta Timur,  Jumat Pagi  ( 20/4/2018).

Kejadian ini sangat  tidak masuk akal karena  JFS hanya lah memfoto ketika ada pembagian souvenir ternyata ini menimbulkan masalah besar.  Padahal  wartawan senior inisial ( JFS ) yang  sudah minta maaf dan foto langsung di hapus di lokasi acara.  Menurut dia tidak ada unsur  apapun ,  maupun kesengajaan  dalam suasana peliputan acara TNI AL .

Beberapa menit kemudian karna di prokatorin sama satu rekan wartawan yang tidak suka sama dia  Sehingga ujung nya adalah penganiayaan yang menimbulkan dengan trauma yang mendalam dan ketakutan sampai saat ini .

Pada saat itu JFS  di bawa kesuatu tempat di ruangan bawah tanah semacam Bunker yang terdapat di kompleks MABES TNI Cilangkap.

Disitulah terjadi insiden penganiyaan terhadap wartawan senior yang sudah menggeluti di dunia jurnalistik selama 16 tahun dalam pengakuannya tersebut.

Data pribadi seperti nomer kontak , Email , Bahan file Relasi dan data privasi penting lainnya  yang ada di Telepon selular wartawan JFS   di hapus semuanya, tapi bukan itu saja  korban mendapat  ancaman  sambil di tendang tulang kering kakinya pakai sepatu Both tentara , selain itu  JF di pukul hingga babak belur  hingga muka memar bekas pukulan yang terdiri dari 7 orang anggota TNI AL yang masih aktif.

Dalam kejadian tersebut berlangsung mulai pukul 10 .00 Wib hingga pukul 19.00 Wib kurang lebih   selama 9 jam di aniaya bertubi -tubi oleh oknum TNI AL yang tidak ada perasaan dan sangat sadis.

Setelah itu dia suruh membuat pernyataan bahwa tidak akan melaporkan kejadian ini kepada siapapun termasuk insan pers yang ada di Jakarta . Dia di paksa untuk menulis surat pernyataan tertulis dan diharuskan bungkam kepada pihak manapun.

Caption Foto  : Ketua Umum DPP PERNUSA ( Perjuangan Rakyat Nusantara ) KP Kanjeng Norman .

 

Di ungkapkan salah satu rekan media , Zakarsih menuturkan ” Beliau sangat peduli kepada nasib wartawan, Kp.Kanjeng Norman selalu membantu  baik secara moril dan matriil , saya mewakili teman-teman wartawan  DKI Jakarta ingin ucapkan terima kasih kepada Kanjeng , Norman. Beliau bantu pengantarannya ke Polsek Cipayung lalu lanjut ke Rumah Sakit untuk di Visum ” papar Zakarsih waratwan yang tidak mau di sebutkan namanya.

Dalam kejadian ini sangatlah keterlaluan karena memukul saja sudah salah apalagi penganiyaan fisik selama 9 jam yang  di sertai ancaman akan di lempar ke laut ,waah.. itu mengerikan sekali ,. Apakah mereka tidak sadar ini wartawan senior Mbak..” ujar Adi Warman SH selaku ketua PWRI ( Persatuan Wartawan Seluruh Indonesia ) DPD DKI .

Ketika di klarifikasi kepada jojoe melalui telponnya ,” Tentang pernyataan sepihak bahwa telah terjadi perdamaian dan telah menerima uang perdamaian itu adalah sebuah fitnah yang tidak benar. Kalau membuat pernyataan damai memang benar karena di buat dalam tekanan dan ancaman sehingga terjadi trauma dan ketakutan,” katanya .

Atas kejadian seorang wartawati yang menunggu sampai malam kemudian menelpon KP Norman HP Negor sebagai Ketua HIPSI ( Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia) yang sebanyak 163 media dan juga Ketua Umum DPP Perjuangan Rakyat Nusantara (PERNUSA)  dan beliau langsung merespon kejadian yang memilukan ini terhadap seorang wartawan.

Menurut KP Norman ,” Dengan beredarnya di Medsos  WA Grup Pribadi intern Kadispenal   dan di grup Media Seluruh Nusantara tentang pencarian terhadap jonathan adalah telah melanggar sumpah prajurit dan telah melanggar Sapta Marga , ancaman seperti itu tidak di perbolehkan di negara NKRI.Sikap seperti itu bukan lah orang ke Satria melanggar tata nilai kebangsaan antara lain  tidak mencerminkan tata nilai ke Tuhanan ,tidak ada rasa kemanusiaan , goyahnya rasa persatuan dan rasa ke adilan sosial, Cara cara seperti ini hendaklah segera di hentikan  , segera di proses dan di tindak lanjuti sehingga tidak main hakim sendiri , tindakan memusuhi seorang jurnalis yang adalah pencari berita adalah tidaklah di benarkan,” Tegas KP.  Kanjeng Norman dengan nada keras saat di konfirmasi lewat telepon selularnya .

Dengan beredarnya foto jojoe maka saat ini jojoe  dalam keadaan trauma dan  terancam sehingga butuh perlindungan secara fisik maupun dan hukum. Karna negara ini adalah negara hukum yang harus di tegakan.

 

 

 

( Santy Sinambela / Victor Marpaung ).